Popular Posts
-
Dalam kehidupan sehari-hari kita melihat dari sekian banyak manusia semua mempunyai perilaku yang berbeda-beda,, pertanyaannya mengapa dem...
-
Sed at turpis vel ipsum adipiscing viverra eu eget nisi. Praesent neque turpis, volutpat ultrices porta sit amet, tempus...
-
Vestibulum ante ipsum primis in faucibus orci luctus et ultrices posuere cubilia Curae; Sed et faucibus mi. In hendrerit...
Rabu, 24 Juli 2013
Rabu, Juli 24, 2013
| Dipublikasikan oleh
Unknown
|
Dalam
kehidupan sehari-hari kita melihat dari sekian banyak manusia semua
mempunyai perilaku yang berbeda-beda,, pertanyaannya mengapa demikian..?
jawabannya Nafsu,,
Nafsu adalah sebuah kekuatan emosional yang langsung berkaitan dengan pemikiran atau fantasi tentang hasrat seseorang
Hawa nafsu terdiri dari dua kata: hawa (الهوى) dan nafsu (النفس).
Dalam
bahasa Melayu, 'nafsu' bermakna keinginan, kecenderungan atau dorongan
hati yang kuat. Jika ditambah dengan kata hawa (=hawa nafsu), biasanya
dikaitkan dengan dorongan hati yang kuat untuk melakukan perkara yang
tidak baik. Adakalanya bermakna selera, jika dihubungkan dengan makanan.
Nafsu syahwat pula berarti keberahian atau keinginan bersetubuh.
Ketiga perkataan ini (hawa, nafsu dan syahwat) berasal dari bahasa Arab:
- Hawa (الهوى): sangat cinta; kehendak
- Nafsu (النفس): roh; nyawa; jiwa; tubuh; diri seseorang; kehendak; niat; selera; usaha
- Syahwat (الشهوة): keinginan untuk mendapatkan yang lazat; berahi
Ada
sekolompok orang menganggap hawa nafsu sebagai "syaitan yang bersemayam
di dalam diri manusia," yang bertugas untuk mengusung manusia kepada
kefasikan atau pengingkaran. Mengikuti hawa nafsu akan membawa manusia
kepada kerusakan. Akibat pemuasan nafsu jauh lebih mahal ketimbang
kenikmatan yang didapat darinya. Hawa nafsu yang tidak dapat
dikendalikan juga dapat merusak potensi diri seseorang.
Sebenarnya
setiap orang diciptakan dengan potensi diri yang luar biasa, tetapi
hawa nafsu dapat menghambat potensi itu muncul kepermukaan. Potensi yang
dimaksud di sini adalah potensi untuk menciptakan keadilan,
ketenteraman, keamanan, kesejahteraan, persatuan dan hal-hal baik
lainnya. Namun karena hambatan nafsu yang ada pada diri seseorang
potensi-potensi tadi tidak dapat muncul kepermukan (dalam realita
kehidupan). Maka dari itu mensucikan diri atau mengendalikan hawa nafsu
adalah keharusan bagi siapa saja yang menghendaki keseimbangan,
kebahagian dalam hidupnya karena hanya dengan berjalan di jalur-jalur
yang benar sajalah menusia dapat mencapai hal tersebut.
Meskipun
banyak orang yang memahami bahwa nafsu itu sesuatu yang tidak baik,
Ternyata paham itu salah, karena nafsu itu menurut para ahli tasawwuf
terbagi menjadi tujuh tingkatan mulai dari yang terburuk sampai yang
terbaik yaitu :
1. Nafsul Amarah, ini adalah tingkatan yang paling rendah. Nafsul amarah cenderung mendorong manusia untuk melakukan perbuatan keji dan rendah. Keberadaan nafsu ini disebutkan dalam S. Yusuf ayat 53
artinya: Dan
aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya
nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi
rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha
Penyayang.
Sifat
orang yang mempunyai nafsul amarah antara lain mudah marah, sombong,
takabbur, tamak, kikir , dengki dan hasud, sering memperturutkan
keinginan syahwat secara berlebihan.
- Nafsul Lawwamah, tingkat yang lebih tinggi adalah nafsul lawwamah. Nafsu ini sering mengkritik dan menyesali tindakan yang tidak patut yang dilakukan atas dorongan nafsul lawwamah Keberadaan nafsu ini disebutkan dalam S Al Qiyamah ayat 2:
artinya: dan aku bersumpah dengan jiwa yang amat menyesali (dirinya sendiri)
Pada
tingkatan ini seseorang akan menyesali perbuatan buruknya, dia sering
merenung dan mengkritik semua perbuatannya yang keliru. Selanjutnya dia
berusaha agar perbuatan buruk yang telah dilakukan tidak terulang lagi.
- Nafsul Mulhammah, tingkat nafsu yang ketiga adalah nafsul mulhammah. Keberadaannya disebutkan dalam S Asy Syam ayat 7-10.
artinya: *7-dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya),
*8-maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya,
*9-sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa
*9-dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.
Orang
yang telah mencapai tingkatan ini telah mampu mengendalikan dirinya
dari keingainan nafsu yang rendah. Ia bisa membedakan yang hak dan
batil. Ia selalu menjaga dirinya dari melakukan perbuatan tercela dan
selalu berusaha untuk meningkatkan iman dan taqwanya. Berusaha mengerjakan amal soleh sebanyak banyaknya.
4. Naffsul Muthmainnah, tingkat nafsu yang kempat adalah nafsul Muthmainnah, keberadaan nafsu ini disebutkan dalam S Al fajr 27-30.
artinya: *27- Hai jiwa yang tenang.
*28- Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridai-Nya
*29- Maka masuklah ke dalam jemaah hamba-hamba-Ku,
*30- dan masuklah ke dalam surga-Ku.
Orang
yang telah mencapai tingkat ini jiwanya jadi tenang , penuh rasa
tawakkal, ridho dengan semua ketetapan Allah , tidak disentuh rasa duka ,
sedih dan cemas.
5. Nafsul Radhiah
, orang yang mencapai tingkat ini selalu merasa puas dengan apa yang
diterimanya dari Allah . Bagi mereka sama saja kejadian baik maupun
buruk yang menimpanya. Hatinya tidak terpengaruh oleh kehidupan dunia. Mereka selalu kembali pada Allah dan ridho dengan semua keputusannya.
6. Nafsul Mardhiyah,
Tingkat ini lebih tinggi daripada Nafsul Radhiyah. Ia adalah orang yang
sangat dekat dan dicintai Allah. Merekalah yang dimaksud oleh salah
satu hadist Qudsi:
“Senantiasa
hambaku mendekatkan diri kepadaku dengan mengerjakan ibadah ibadah
sunah hingga aku cinta padanya. Maka apbila aku telkah mencintainya,
jadilah aku pendengarannya yang dengannya ia mendengar, penglihatannya
yang dengannya ia melihat,perkataannya yang dengan ya ia berkata kata,
jadilah aku tangannya yang dengannya ia berbuat, jadilah aku kakinya
yang dengannya ia melangkah, dan akalnya yang dengannya ia berfikir”
Semua
langkah dan perbuatannya dilakukan atas bimbingan dan petunjuk Allah,
seperti apa yang telah dilakukan Nabi Khidir dan tidak dipahami oleh
Nabi Musa .
Dia tidak bertindak dengan kemauan sendiri, melainkan dengan bimbingan dan kehendak Allah
7. Nafsul Kamilah, ini adalah tingkatan para Nabi dan Rasul, manusia suci dan sempurna, yang selalu berada dalam pengawasan dan bimbinganNya. Terpelihara dari perbuatan yang tercela.
Nah,
bagi kita yang memiliki tingkatan nafsu level paling rendah dan ingin
meraih tingkat yang paling tinggi disisi Allah, caranya bagaimana,,?
Untuk
meraih tingkatan nafsu dari level rendah sampai yang tinggi seperti
tersebut diatas diperlukan perjuangan yang gigih dan ulet. Tidak bisa
didapat dengan santai tanpa usaha yang maksimal.
Namun,
dengan hati yang bersih dan jernih Insya Allah kita bisa meraih
kemenangan dunia dan akhirat. Menjalani hidup berbahagia didunia dan
akhirat , tidak ditimpa kesedihan dan duka yang berlarut larut. Kelak
ditempatkan Allah di taman syurga yang abadi dan hidup kekal selamanya
disana. Aminn,,
Bagimana sih kita mengenal orang yang memperturutkan hawa nafsunya..?
Orang yang mengikuti nafsu amarah dia akan berusaha memenuhi keinginan rendahnya dengan berbagai cara . Ia
sangat rakus terhadap kebutuham syahwat, harta , makan , pujian , dan
lain sebagainya. Hidupnya hanya untuk mengabdi pada pemenuhan kebutuhan
nafsunya. Ia tidak perduli dengan peraturan halal atau haram , baginya
memenuhi semua kebutuhan hawa nafsu nya adalah segala galanya.
Syetan
mendoronganya untuk memenuhi kebutuhan nafsunya dan memperlihatkan
indah semua perbuatannya yang buruk Mereka merasa mereka adalah orang
yang benar dan mendapat petunjuk , setan telah menipu mereka, tapi
mereka tidak menyadari. Firman Allah dalam S Az Zukhruf 36-37:
Artinya: *36-
Barang siapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al
Qur’an), Kami adakan baginya setan (yang menyesatkan) maka setan itulah
yang menjadi teman yang selalu menyertainya.
*37-
Dan sesungguhnya setan-setan itu benar-benar menghalangi mereka dari
jalan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk. (
Az Zukhruf 36-37)
Bagi manusia hanya ada dua pilihan , mengabdi pada kepentingan hawa nafsu atau mengabdi Pada Allah.
Orang yang mengabdi pada kepentingan hawa hawa nafsu dia akan lupa
kepada Allah, sebaliknya orang yang mengabdi pada Allah harus rela
mengalahkan kepentingan hawa nafsunya. Dua kepentingan yang berbeda ini
tidak mungkin dijadikan satu . Seseorang tidak mungkin mengabdi kepada
Allah sambil memuaskan kepentingan hawa nafsunya, Kita harus memilih
satu diantara dua , mengabdi pada Allah atau pada kepentingan hawa
nafsu.
Jikalau tetap memperturutkan hawa nafsu kita akibatnya bagaimana..?
Orang
yang memperturutkan hawa nafsunya hatinya akan mati terkunci, dan tidak
peduli dengan peringatan dan nasehat yang disampaikan padanya. Bagi
mereka hal paling adalah memenuhi semua hasrat dan kebutuhan nafsunya. Seperti dalam S. Muhammad: 16
Artinya:Dan
di antara mereka ada orang yang mendengarkan perkataanmu sehingga
apabila mereka keluar dari sisimu mereka berkata kepada orang yang telah
diberi ilmu pengetahuan (sahabat-sahabat Nabi): “Apakah yang
dikatakannya tadi?” Mereka itulah orang-orang yang dikunci mati hati
mereka oleh Allah dan mengikuti hawa nafsu mereka.
Untuk tidak terjerumus kedalam hal-hal yang demikian itu kita harus Mampu menjaga dan mengendalikan diri, nah, caranya bagaimana..?
Kita harus berusaha mengendalikan diri dari memperturutkan keinginan hawa nafsu. Kita harus menghadapkan hati dan fikiran pada Allah, dan berusaha patuh pada syari’at dan aturan yang telah ditetapkan Allah, dan tidak memperturutkan keinginan hawa nafsu.
Artinya:
Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan)
dari urusan (agama) itu, maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu
ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui.
Bagi orang yang demikian itu, Allah adalah segala galanya , ia tidak segan mengorbankan kepentingan hawa nafsunya untuk kepentingan di jalan Allah. Mereka
rela mengorbankan kepentingan hawa nafsunya untuk mencari ridha Allah.
Mereka itulah orang orang yang mendapat petunjuk dan kemenangan dunia
dan akhirat.
Jikalau kita tetap memperturutkan hawa nafsu, akibatnya bagaimana..?
Orang
yang selalu memperturutkan keinginan hawa nafsunya hatinya akan menjadi
rusak dan penuh penyakit. Jika tidak ada usaha untuk mengobati dan
membersihkan nya dari penyakit akhirnya hati akan menjadi keras membatu
dan akhirnya mati.
Atinya:Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta
Artinya: Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat.
Artinya: Mereka
itulah orang-orang yang hati, pendengaran dan penglihatannya telah
dikunci mati oleh Allah dan mereka itulah orang-orang yang lalai.
Orang
yang hatinya telah rusak dan mati, hidup dalam kegelapan dan kekalutan.
Hatinya sulit untuk menerima hidayah dan petunjuk Allah, hatinya
tertutup tidak mampu menerima kebenaran. Seluruh hidupnya hanya untuk
mengabdi pada setan dan memperturutkan hawa nafsu. Dia berada dalam
kekuasaan setan laknatullah, Diakhirat kelak ia berada dalam penderitaan
abadi selama lamannya dalam neraka jahannam
Sebaliknya kalau kita bisa mengendalikan hawa nafsu maka
kita akan mampu mengendalikan diri dari mengikuti bisikan setan, serta
mampu membersihkan hati kita dari sifat sifat tercela. Banyak ingat dan
kembali pada Allah serta mohon ampun atas segala dosa dan kesalahan.
Hati kita menjadi bersih dan jernih, bersinar dengan cahaya ilahi.
Itulah hati Qolbun salim yang dimaksud Nabi Ibrahim dalam do’anya yang
disebutkan dalam surat Asy Syuara ayat 87-89.
Artinya: 87- dan janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan,
88- (yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna,
89- kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih,
Hati
yang bersih dan jernih memberi rasa nyaman sepanjang masa baik di dunia
maupun di akhirat. Bebas dari rasa cemas dan takut sebagaimana
disebutkan dalam S . Yunus ayat 62:
Artinya: Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
Kalau kita sudah mampu mengendalikan hawa nafsu dan hati kita sudah bersih kita juga harus mampu Merawat dan Memelihara Hati kita dengan baik agar tidak rusak lagi dan dipenuhi penyakit yang dapat menyengsarakan kita selama lamanya.
Hati
yang bersih dan jernih adalah hati yang selalu ingat pada Allah, setiap
saat melakukan komunikasi dengan Allah, sehingga selalu berada dalam
bimbingan dan hidayah-Nya. Matanya dibimbing oleh hatinya untuk selalu
memandang kebesaran Allah, telinganya dituntun oleh hatinya untuk selalu
mendengar kan nasihat dan ayat ayat Allah. Hatinya selalu terbuka untuk
menerima nasihat dan ajaran kebaikan.
Beberapa cara untuk menjaga dan merawat hati agar tetap bersih dan jernih antara lain
1. Selalu ingat pada Allah dimanapun berada
2. Selalu memuji kebesaranNya
3. Selalu bersyukur atas nikmat yang telah diberikan Allah
4. Selalu bertasbih mensucikanNya
5. Selalu mohon ampun atas kekhilafan dan dosa yang dilakukan
6. Selalu mohon perlindunganNya dari godaaan Syetan dan tipu daya dunia yang melalaikan
7. Selalu mohon bimbingan dan tutunan Allah dalam menjalani kehidupan ini
8. Selalu membaca atau mendengarkan ayat suci Al -Qur’an dan mentadabburinya setiap hari
9. Melatih
hati untuk bersifat Taqwa, tawakkal, sabar, ikhlas, jujur,
amanah,ridho,kasih sayang menahan amarah, menahan nafsu dari keinginan
rendah dan lain sebagainya
10. Bersihkan
hati dari penyakit Kafir, musyrik, sombong, takabbur, riya, dengki,
dendam, khianat, kikir,loba dan tamak, memperturutkan hawa nafsu dan
lain sebagainya..
Itulah
sedikit banyaknya kupasan tentang nafsu,, semoga kita tidak termasuk ke
dalam orang-orang yang diperbudak oleh hawa nafsu kita sendiri, dan
kita termasuk ke dalam orang-orang yang taat kepada segala aturan yang
telah ditetapkan oleh Allah SWT. Amiiin.
Langganan:
Posting Komentar
(Atom)
Artikelnya sangat informatif dan bermanfaat, terima kasihh
BalasHapusYa Allah jadikan hambamu ini dpt mengendalikan hawa nafsu, dan begitu juga dgn kaum muslimin muslimat di seluruh dunia ini dan kumpulkan kami bersama2 dgn org2 yg sholeh. Amin amin yaRobbal allamin
BalasHapusYa Allah jadikan hambamu ini dpt mengendalikan hawa nafsu, dan begitu juga dgn kaum muslimin muslimat di seluruh dunia ini dan kumpulkan kami bersama2 dgn org2 yg sholeh. Amin amin yaRobbal allamin
BalasHapusYa Allah jadikan hambamu ini dpt mengendalikan hawa nafsu, dan begitu juga dgn kaum muslimin muslimat di seluruh dunia ini dan kumpulkan kami bersama2 dgn org2 yg sholeh. Amin amin yaRobbal allamin
BalasHapusSangat bermanfaat wacana artikelnya tersebut, bisa memberikan ilmu untuk mengendalikan hawa nafsu dan syahwat pada diri manusia. Terima kasih
BalasHapusterimakasih
BalasHapussangat bermanfaat semoga Allah memberikan hidayahnya kepada kita semua, amin ya rabbal 'alamin
Terimakasih, semoga kita semua selalu diberikan Allah SWT kekuatan, hidayah, dan perlindungan untuk mengendalikan hawa nafsu syaitan, demi kebaikan dan kebahagiaan kita semua nanti. Amiiin...
BalasHapusini sanagat bermanfaat bagi orang yang mempunyai nafsu pasti akan sadar dirinya sendiri
BalasHapusAlhaAlhamduli terimakasih, semoga artikel serupa ini lebih banyak lagi, dan semoga pembuatnya diberi kemudahan dalam urusannya dan tetap berpegang teguh serta memberikan tulusan serupa dengan kualitas sebaik-baiknya amin
BalasHapusSyukur pada Allah Tuhan kita. Semoga artikel ini dapat membuat kita semakin mengerti makna kehidupan yg sesungguhnya.
BalasHapusamin.semoga menambah tingkat iman islam ikhsan umat islam di indonesia.
BalasHapus